Resmi! Incar Puncak Papan Klasemen, Enzo Maresca Gantikan Pep Guardiola

Resmi! Incar Puncak Papan Klasemen, Enzo Maresca Gantikan Pep Guardiola
Ditulis Oleh
Jurgen
Jurgen
Ditinjau Oleh
Terbit Mei 27, 2026
Diperbarui Mei 27, 2026
5 Menit Baca

Manchester City akhirnya memasuki era baru. Setelah lebih dari satu dekade bersama Pep Guardiola, City resmi menunjuk Enzo Maresca sebagai pelatih baru dengan kontrak tiga tahun. Tugas pertamanya langsung jelas: membawa Manchester City kembali memimpin papan klasemen Premier League.

Selama bertahun-tahun, Manchester City terbiasa menjadi tim terbaik di Inggris. Enam gelar Premier League, satu treble bersejarah, dan total 20 trofi di era Pep Guardiola membuat dominasi mereka terasa seperti sesuatu yang normal.

Info Pertandingan
NODE: 1872
Al-Faisaly FC Club Crest
Al-Faisaly FC
16:00
VS
SPL
Al-Fateh Club Crest
Al-Fateh
Analisis

Karena itu, saat City hanya finis runner-up musim lalu, banyak orang mulai melihat tanda bahwa dominasi mereka tidak lagi sekuat dulu. Sekarang Guardiola pergi, dan semua tekanan untuk membawa City kembali ke puncak papan klasemen jatuh ke tangan Enzo Maresca.

Dari Era Guardiola ke Era Baru City

Tidak banyak pelatih yang bisa meninggalkan warisan sebesar Pep Guardiola di Manchester City. Selama 10 tahun terakhir, ia bukan cuma menghadirkan trofi, tetapi juga membangun identitas permainan yang sangat kuat di Etihad Stadium.

City dikenal lewat permainan penguasaan bola yang dominan, pressing agresif, dan fleksibilitas taktik yang sulit ditandingi tim lain. Bahkan ketika mereka gagal juara di satu kompetisi, City tetap dianggap sebagai tim paling stabil di Inggris.

Tetapi musim 2025/26 mulai menunjukkan bahwa dominasi itu perlahan berubah. Manchester City finis tujuh poin di bawah Arsenal di papan klasemen Premier League. Jarak itu memang tidak terlalu jauh, tetapi cukup untuk memunculkan pertanyaan yang selama ini jarang terdengar: apakah City masih bisa mendominasi tanpa Guardiola?

Situasi itu membuat prediksi hasil pertandingan Manchester City musim depan terasa berbeda dibanding beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya City hampir selalu dianggap favorit, sekarang persaingan mulai terasa lebih terbuka.

Maresca Datang dengan Beban Besar

Salah satu alasan Manchester City bergerak cepat menunjuk Enzo Maresca adalah karena ia bukan sosok asing di klub. Maresca pernah menjadi asisten Guardiola saat City meraih treble bersejarah pada musim 2022/23.

Ia memahami filosofi permainan City, mengenal struktur klub, dan sudah terbiasa bekerja di lingkungan dengan tekanan tinggi. Tetapi memahami Manchester City dan menjadi pelatih utama Manchester City adalah dua hal yang berbeda.

Kini semua keputusan ada di tangannya sendiri.

Setelah meninggalkan Etihad, Maresca mulai membangun reputasinya sebagai pelatih utama. Ia sukses membawa Leicester City promosi kembali ke Premier League sebelum akhirnya menangani Chelsea pada 2024.

Meski kariernya di Chelsea tidak berjalan terlalu lama, City tetap percaya bahwa Maresca adalah sosok yang paling memahami arah proyek klub untuk beberapa tahun ke depan. Mereka tidak hanya mencari pelatih baru, tetapi juga seseorang yang bisa menjaga identitas permainan City tetap hidup setelah Guardiola pergi.

Menariknya, Guardiola juga tidak benar-benar meninggalkan klub sepenuhnya. Pelatih asal Spanyol itu tetap berada di Manchester City dalam peran eksekutif. Kehadirannya bisa membantu proses adaptasi Maresca, tetapi di sisi lain juga membuat tekanan terasa semakin besar karena perbandingan dengan Guardiola tidak akan pernah hilang.

Regenerasi City Dimulai Sekarang

Pergantian pelatih ini datang bersamaan dengan dimulainya regenerasi skuad Manchester City. Beberapa pemain senior mulai memasuki fase akhir karier mereka, sementara klub juga bergerak aktif mendatangkan pemain muda untuk membangun fondasi baru.

Nama-nama seperti Rayan Cherki, Abdukodir Khusanov, Marc Guehi, dan Antoine Semenyo mulai diproyeksikan menjadi bagian penting dari era baru City. Tetapi regenerasi tidak pernah menjadi proses yang mudah, apalagi ketika ekspektasi juara tetap harus dipertahankan setiap musim.

Maresca sekarang berada di situasi yang cukup rumit. Ia tidak hanya dituntut memenangkan pertandingan, tetapi juga harus memastikan Manchester City tetap kompetitif sambil perlahan membangun generasi baru.

Situasi itu membuat banyak prediksi skor Manchester City musim depan terasa lebih sulit ditebak dibanding era Guardiola. City masih memiliki salah satu skuad terbaik di Eropa, tetapi untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, mereka terlihat seperti tim yang masih mencari bentuk baru.

Transfer pemain juga masih menjadi perhatian besar menjelang musim baru. Nama Elliot Anderson dari Nottingham Forest disebut sebagai salah satu target utama untuk memperkuat lini tengah setelah kepergian Bernardo Silva. Negosiasi memang belum selesai, tetapi langkah City di bursa transfer menunjukkan bahwa perubahan besar memang sedang dimulai.

City Memulai Babak Baru

Bagi Manchester City, musim depan bukan cuma soal kembali mengejar gelar Premier League. Ini juga menjadi awal dari babak baru setelah lebih dari satu dekade hidup di bawah sosok Pep Guardiola.

Selama bertahun-tahun, Guardiola membuat City terlihat stabil hampir di setiap musim. Bahkan ketika gagal juara, mereka tetap dianggap sebagai tim paling konsisten di Inggris. Karena itu, pergantian pelatih kali ini terasa jauh lebih besar dibanding sekadar perubahan di pinggir lapangan.

Enzo Maresca sekarang harus membuktikan bahwa Manchester City tetap bisa bersaing di papan klasemen tanpa bergantung pada sosok Guardiola. Dan itulah alasan mengapa musim pertamanya akan langsung mendapat sorotan besar sejak pertandingan pertama dimulai.

Papan Klasemen Jadi Penilaian Utama

Musim 2026/27 akan menjadi ujian pertama Maresca sebagai pelatih utama Manchester City. Persaingan di papan klasemen Premier League diprediksi akan jauh lebih ketat dibanding beberapa musim sebelumnya.

Arsenal sudah membuktikan diri sebagai juara baru. Liverpool mulai kembali stabil, sementara Manchester United dan Chelsea juga terus membangun skuad mereka untuk kembali bersaing di papan atas.

City tidak lagi berada di posisi paling nyaman seperti beberapa tahun lalu. Untuk pertama kalinya dalam waktu lama, banyak orang mulai meragukan apakah mereka masih menjadi favorit utama juara Premier League.

Tetapi justru situasi seperti ini yang akan menentukan kualitas Enzo Maresca sebagai pelatih. Ia harus membangun identitasnya sendiri tanpa menghilangkan warisan besar Guardiola. Ia juga harus membuat Manchester City tetap lapar memenangkan trofi setelah satu dekade penuh kesuksesan.

Tiga tahun kontrak sudah diberikan. Sekarang tinggal satu pertanyaan besar: apakah Enzo Maresca benar-benar bisa membawa Manchester City kembali ke puncak papan klasemen Premier League?

Jurgen
Tentang Analis

Jurgen

Analis Sepak Bola

Penggemar bola yang lebih dulu ngecek statistik dan rekor pertemuan sebelum berani menebak skor. Menulis analisis dan prediksi laga-laga besar Eropa sampai Piala Dunia di PredictPlay, dengan gaya santai tapi tetap ada dasarnya.

Lihat Profil Analis
Berita Lainnya

Berita Terkait