Brazil vs Norwegia 1-2: Brace Haaland Bawa Norwegia Cetak Sejarah

Brazil vs Norwegia 1-2: Brace Haaland Bawa Norwegia Cetak Sejarah
Ditulis Oleh
Jurgen
Jurgen
Ditinjau Oleh
Terbit Jul 07, 2026
Diperbarui Jul 07, 2026
6 Menit Baca

Brazil vs Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 berakhir dengan hasil yang mengejutkan sekaligus emosional. Pada Senin dini hari 03:00 WIB, 6 Juli 2026, di MetLife Stadium, New Jersey, Norwegia menang 2-1 dan memulangkan Selecao dari turnamen. Brace Erling Haaland di menit ke-79 dan ke-90 jadi pembeda, sementara Brazil hanya bisa membalas lewat penalti Neymar di masa injury time.

Tapi cerita paling menyentuh dari laga Brazil vs Norwegia ini bukan hanya soal tersingkirnya Selecao. Momen paling emosional datang dari Neymar Jr, yang masuk sebagai pengganti di menit ke-68 dan mencetak gol lewat titik putih di injury time. Gol ini kemungkinan besar jadi gol terakhir Neymar untuk timnas Brazil, mengakhiri karier internasional yang penuh warna.

Info Pertandingan
NODE: 1872
Al-Faisaly FC Club Crest
Al-Faisaly FC
16:00
VS
SPL
Al-Fateh Club Crest
Al-Fateh
Analisis

Setelah pertandingan, Neymar sendiri mengucapkan kata-kata yang membuat seluruh dunia sepak bola terdiam. “Sekarang sudah berakhir,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca di ruang ganti. Sebuah kalimat singkat yang mungkin menandakan akhir dari salah satu karier terbesar dalam sejarah timnas Brazil.

Neymar dan Perjalanan Panjang di Timnas Brazil

Sebelum laga Brazil vs Norwegia, banyak yang tidak menyangka Neymar akan tampil di Piala Dunia 2026. Bintang kelahiran Sao Paulo ini masuk skuad Brazil setelah pemulihan panjang dari cedera, tapi tidak masuk dalam pilihan utama Carlo Ancelotti di sepanjang turnamen.

Neymar tercatat tidak main sama sekali di fase grup maupun babak 32 besar. Ancelotti memilih untuk mengandalkan generasi muda seperti Endrick, Rayan, dan Matheus Cunha di lini depan. Pemain Santos ini hanya jadi pelapis, menunggu momen untuk membuktikan diri kembali.

Momen itu akhirnya datang di menit ke-68 laga Brazil vs Norwegia. Saat Brazil sudah mendominasi bola tapi kesulitan menembus pertahanan Norwegia, Ancelotti memasukkan Neymar sebagai pengganti Gabriel Martinelli. Keputusan yang disambut sorak-sorai suporter Selecao yang hadir di MetLife Stadium.

Setelah masuk, Neymar langsung memberi warna berbeda di lini serang Brazil. Aksi-aksi individunya, permainan satu-dua dengan Vinicius Junior, dan pergerakan cerdiknya di antara bek Norwegia mengingatkan orang pada Neymar di masa jayanya. Sayangnya, kualitas ini tidak cukup untuk menghindarkan Brazil dari kekalahan.

Neymar akhirnya mencetak gol dari titik putih di menit ke-90+10 setelah Torbjorn Heggem dianggap melanggar di kotak penalti. Gol ini jadi gol ke-80 Neymar untuk timnas Brazil, melampaui jarak dari rekor Pele yang mengoleksi 77 gol. Tapi angka ini juga mungkin jadi catatan penutup karier internasional Neymar.

“Sekarang Sudah Berakhir”: Kata-Kata yang Menggetarkan

Setelah peluit panjang Brazil vs Norwegia berbunyi, Neymar duduk di lapangan dengan wajah tertunduk. Air matanya mengalir jelas terlihat dari kamera-kamera yang menyorot. Dia dihibur oleh beberapa rekan setim, termasuk Vinicius Junior yang tampak tidak kalah sedih.

Di ruang ganti setelah pertandingan, Neymar berbicara singkat kepada awak media dengan suara pelan. “Sekarang sudah berakhir,” ucapnya. Kalimat singkat yang punya banyak arti untuk pemain yang sudah membela Brazil sejak 2010.

Neymar sudah lama menyampaikan bahwa Piala Dunia 2026 mungkin jadi turnamen terakhirnya bersama timnas. Cedera panjang yang dia alami, plus usia yang sudah 34 tahun, membuat pensiun dari timnas jadi pilihan logis. Kata-kata setelah laga Brazil vs Norwegia seolah mengkonfirmasi keputusan tersebut.

Karier Neymar bersama Brazil bukan tanpa kontroversi. Dia sempat dikritik karena gagal membawa Selecao juara Piala Dunia meski memiliki bakat luar biasa. Piala Dunia 2014, 2018, dan 2022 semuanya berakhir dengan kekecewaan untuk Neymar. Sekarang Piala Dunia 2026 mungkin jadi bab penutup yang tidak sesuai harapan.

Meski demikian, Neymar meninggalkan warisan besar untuk sepak bola Brazil. Total 80 gol di 128 pertandingan internasional, plus medali emas Olimpiade 2016 sebagai kapten, adalah pencapaian yang layak dihormati. Dia juga jadi pahlawan di final Copa America 2019 yang dimenangi Brazil setelah 12 tahun puasa gelar Amerika Selatan.

Detail Match yang Membuat Brazil Frustasi

Laga Brazil vs Norwegia sebenarnya berjalan sesuai skenario yang diharapkan Ancelotti. Selecao menguasai bola sejak menit pertama dan menciptakan banyak peluang. Tapi kombinasi antara Norwegia yang efisien dan penampilan gemilang kiper Orjan Nyland membuat Brazil frustasi sepanjang 90 menit.

Momen paling menyakitkan datang di menit ke-14. Setelah Matheus Cunha dilanggar Kristoffer Ajer di kotak penalti, wasit Ismail Elfath menunjuk titik putih. Bruno Guimaraes maju sebagai eksekutor, tapi tembakannya ditepis Nyland. Kegagalan penalti ini jadi titik awal kesulitan Brazil di sepanjang pertandingan.

Rayan, Vinicius Junior, dan Matheus Cunha semuanya punya peluang di babak pertama. Vinicius bahkan sempat berhadapan langsung dengan Nyland di menit ke-40, tapi tembakannya diblok. Endrick yang masuk di babak kedua juga membuang peluang emas di menit ke-58 setelah lolos dari jebakan offside.

Norwegia bermain sabar sepanjang laga. Sepanjang laga mereka berhasil melepaskan 9 tembakan ke gawang. Namun, dari 9 tembakan 5 tembakan on target. Berbanding terbalik dengan brazil yang mencetakan 12 tembakan namun hanya 4 yang on target. Strategi ini terbayar di menit ke-79 ketika Andreas Schjelderup yang masuk sebagai pengganti mengirim umpan silang matang dari sayap kiri. Haaland yang berduel dengan Gabriel Magalhaes memenangkan pertarungan udara dan sundulan kerasnya bersarang di sudut gawang Alisson.

Sebelas menit berselang, Haaland kembali jadi mimpi buruk Brazil. Tembakan roket dari luar kotak penalti tidak bisa dijangkau Alisson. Skor 2-0 untuk Norwegia, dan game over untuk Selecao. Gol Neymar di masa injury time hanya jadi gol hiburan yang tidak mengubah nasib.

Norwegia Cetak Sejarah di Perempat Final

Kemenangan atas Brazil membawa Norwegia ke babak perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah. Sebuah pencapaian luar biasa untuk negara yang penduduknya hanya sekitar 5 juta orang. Erling Haaland, Martin Odegaard, dan skuad The Vikings kini berhak dianggap sebagai kandidat serius juara.

Di perempat final, Norwegia akan menghadapi Inggris yang di malam yang sama menang 3-2 atas Meksiko. Pertemuan ini akan berlangsung di Miami Stadium pada 12 Juli 2026. Duel Haaland vs Harry Kane bakal jadi salah satu highlight utama, ditambah persaingan Sepatu Emas yang semakin panas.

Dari sisi papan klasemen top scorer, gol Haaland di Brazil vs Norwegia juga memberi dampak besar. Bomber Manchester City ini kini mengoleksi 7 gol, menyamai Lionel Messi dan Kylian Mbappe di puncak persaingan Sepatu Emas Piala Dunia 2026. Prediksi skor untuk laga selanjutnya jelas memperhatikan Haaland sebagai ancaman utama.

Untuk Brazil, kekalahan ini jadi luka mendalam. Ini pertama kalinya sejak 1990 mereka tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia. Sebelumnya, Selecao selalu berhasil masuk perempat final di 8 edisi terakhir. Krisis performa yang berkepanjangan, ditambah tidak adanya gelar Piala Dunia sejak 2002, membuat sepak bola Brazil di persimpangan jalan.

Akhir dari Era Neymar untuk Selecao

Brazil vs Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 akhirnya menjadi laga yang akan lama diingat, bukan hanya karena hasilnya tapi juga karena momen emosional Neymar. Bintang Santos ini mungkin sudah memainkan pertandingan terakhirnya untuk timnas, dan cerita kariernya di panggung internasional resmi ditutup.

Untuk fans Brazil, momen ini menyakitkan sekaligus penuh haru. Neymar bukan hanya jadi salah satu bakat terbesar Selecao, tapi juga simbol harapan selama lebih dari satu dekade. Meski gagal membawa Brazil juara Piala Dunia, kontribusinya untuk timnas tidak bisa dilupakan begitu saja.

Kata-kata “sekarang sudah berakhir” mungkin menandakan lebih dari sekadar akhir untuk Neymar. Itu juga menandakan akhir dari sebuah era, dan awal dari babak baru sepak bola Brazil. Selecao harus segera bangkit di bawah generasi baru yang siap mengambil alih. Perjalanan mereka masih panjang, meski Piala Dunia 2026 harus berakhir dengan kekecewaan besar.

Jurgen
Tentang Analis

Jurgen

Analis Sepak Bola

Penggemar bola yang lebih dulu ngecek statistik dan rekor pertemuan sebelum berani menebak skor. Menulis analisis dan prediksi laga-laga besar Eropa sampai Piala Dunia di PredictPlay, dengan gaya santai tapi tetap ada dasarnya.

Lihat Profil Analis
Berita Lainnya

Berita Terkait