Belum pernah ada dalam sejarah. Selama 96 tahun, sejak Piala Dunia pertama digelar di Uruguay tahun 1930, tidak ada satu pun pemain yang berhasil tampil di enam edisi berbeda. Sampai akhirnya datang fase grup Piala Dunia 2026, dan dua nama menolak untuk menyerah pada usia: Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Saat fase grup Piala Dunia 2026 dimulai 11 Juni nanti, keduanya akan jadi pemain pertama yang tampil di enam edisi Piala Dunia berbeda, 2006, 2010, 2014, 2018, 2022, dan sekarang 2026.
Yang membuat ini lebih menarik, ini kemungkinan besar adalah Piala Dunia terakhir mereka. Messi akan berusia 39 tahun saat turnamen berlangsung dan Ronaldo 41 tahun. Tidak banyak yang berharap salah satu dari mereka masih tampil di Piala Dunia 2030. Jadi delapan hari lagi, dua legenda akan berdiri di lapangan untuk mengukir sejarah yang mungkin tidak akan pernah disamai siapapun.
Dan untuk memahami betapa besarnya pencapaian ini, kita perlu lihat dulu siapa saja yang sudah mendekati rekor itu sebelumnya.
Rekor yang Sudah Ditunggu Selama 96 Tahun
Sebelum ini, rekor penampilan terbanyak di Piala Dunia berhenti di angka lima edisi. Antonio Carbajal, kiper legendaris Meksiko, jadi yang pertama mencapai angka itu pada 1950-1966. Setelahnya, nama-nama seperti Lothar Matthaus, Andres Guardado, Rafael Marquez, Guillermo Ochoa, dan Gianluigi Buffon mengikuti. Semuanya berhenti di angka lima.
Setelah Carbajal, beberapa nama mencoba mengejar. Lothar Matthaus dari Jerman menyamai angka lima. Lalu Andres Guardado dan Rafael Marquez, keduanya dari Meksiko, juga sampai di level itu. Guillermo Ochoa kembali menambah nama Meksiko ke daftar. Gianluigi Buffon menutupnya dari Italia. Semuanya berhenti di angka lima.
Sampai Messi dan Ronaldo memutuskan bahwa lima saja tidak cukup.
Yang menarik, Ochoa juga akan tampil di Piala Dunia 2026, menjadikan tiga pemain yang akan memecahkan rekor tampil enam kali berturut-turut di Piala Dunia. Tapi mari kita jujur, sorotan media dan fans tidak akan tertuju ke Ochoa. Mata dunia akan terpaku pada dua nama yang sudah menghibur kita selama hampir dua dekade.
Pertanyaannya sekarang, di antara dua legenda itu, siapa yang akan jadi pemegang rekor pertama?
Bukan Hanya Soal Tampil, Masih Ada Rekor Lain yang Bisa Pecah di Piala Dunia 2026
Rekor enam edisi memang yang paling banyak dibicarakan. Tapi sebenarnya, masih ada beberapa rekor lain yang bisa dipecahkan Messi sepanjang turnamen.
Yang paling realistis adalah jumlah pertandingan terbanyak di Piala Dunia. Saat ini Messi sudah mengoleksi 26 penampilan rekor yang ia pegang sendirian. Setiap laga Argentina di Piala Dunia 2026 akan menambah angka itu, semakin jauh meninggalkan pemain lain yang berusaha mengejarnya di masa depan.
Lalu ada rekor mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berbeda. Sampai sekarang, hanya empat pemain yang berhasil mencetak gol di empat edisi atau lebih. Kalau Messi atau Ronaldo mencetak gol di Piala Dunia 2026, mereka akan jadi pemain pertama yang punya gol di enam edisi berbeda.
Dan tentu saja, untuk Ronaldo, ada satu rekor yang paling ia inginkan bukan rekor pribadi, tapi trofi yang belum pernah ia angkat. Lima Piala Dunia, lima kali pulang dengan tangan kosong. Edisi 2026 adalah kesempatan terakhir baginya untuk melengkapi koleksi yang sudah hampir sempurna.
Dan di sinilah cerita dua legenda ini berbeda. Mereka datang ke Amerika Utara dengan misi yang sangat tidak sama.
.
Dua Legenda, Dua Misi yang Sangat Berbeda
Messi datang ke Amerika Utara dengan status juara bertahan. Ia sudah mengangkat trofi Piala Dunia di Qatar 2022 momen yang menutup perdebatan panjang soal apakah ia pantas disebut yang terbaik sepanjang masa. Sekarang ia datang untuk satu hal lagi: jadi pemain pertama yang juara dua kali secara beruntun sebagai kapten di era modern.
Tapi prediksi hasil pertandingan Argentina di fase grup Piala Dunia 2026 tidak semudah yang dibayangkan. Tujuh pemain Argentina termasuk Messi sendiri masih berjuang melawan cedera. Scaloni sudah mengaku khawatir tapi tetap optimis para pemainnya bisa fit tepat waktu.
Tidak seperti Messi, tekanan yang dipikul Ronaldo justru datang dari arah berlawanan. Messi maju dengan satu trofi di tangan dan beban untuk membuktikan bahwa juara 2022 bukan akhir cerita. Ronaldo maju dengan tangan kosong dan beban untuk membuktikan bahwa dua dekade sebagai kapten Portugal akhirnya berarti sesuatu.
Satu kapten berjuang menjaga warisan. Satu kapten berjuang membangunnya. Beban yang sangat berbeda, di pundak dua nama yang sudah hampir dua dekade saling bersaing memperebutkan title pemain terbaik dunia.
Mengakhiri Era yang Mendefinisikan Sepak Bola Modern
Selama hampir dua dekade, Messi dan Ronaldo mendefinisikan sepak bola modern, berbagi 13 Ballon d’Or, ratusan trofi, dan rivalitas yang menghidupkan satu generasi penuh sepak bola Eropa.
Sekarang, di fase grup Piala Dunia 2026, dua nama itu akan bersama-sama menulis bab terakhir dari cerita panjang mereka. Bukan di final yang sama. Bukan di tim yang sama. Tapi dalam turnamen yang sama, dengan sejarah yang sama yang akan mereka pecahkan bersama.
Delapan hari lagi, dunia akan menyaksikan dua legenda untuk terakhir kalinya di panggung terbesar sepak bola Piala Dunia 2026. Apapun yang terjadi setelah peluit panjang berbunyi entah trofi, entah air mata satu hal sudah pasti: kita tidak akan pernah melihat era seperti ini lagi.
Jurgen
Penggemar bola yang lebih dulu ngecek statistik dan rekor pertemuan sebelum berani menebak skor. Menulis analisis dan prediksi laga-laga besar Eropa sampai Piala Dunia di PredictPlay, dengan gaya santai tapi tetap ada dasarnya.
Lihat Profil Analis
Belum ada komentar.