Timnas Indonesia Catat Kemenangan Manis, Mathew Baker Cetak Debut di Laga 3-0 Lawan Oman

Timnas Indonesia Catat Kemenangan Manis, Mathew Baker Cetak Debut di Laga 3-0 Lawan Oman
Ditulis Oleh
Jurgen
Jurgen
Ditinjau Oleh
Terbit Jun 07, 2026
Diperbarui Jun 07, 2026
5 Menit Baca

Tiga gol. Satu penalti diselamatkan. Satu debut bersejarah. Itulah ringkasan apa yang terjadi di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Jumat malam, 5 Juni 2026, ketika Timnas Indonesia menghancurkan Oman 3-0 di laga persahabatan FIFA Matchday Juni 2026. 23.677 penonton menyaksikan langsung Garuda tampil sebagai tim yang lebih besar di lapangan. 

Kemenangan ini terasa istimewa karena satu hal. Lima tahun lalu, terakhir kali Indonesia bertemu Oman, Garuda harus pulang dengan kekalahan 1-3. Malam ini, mereka membayar lunas. 

Info Pertandingan
NODE: 2048
Man United Club Crest
Man United
19:00
VS
Champions League
Sabah FA Club Crest
Sabah FA
Analisis

Di luar kemenangan telak ini, ada satu nama baru yang patut diperhatikan. Mathew Baker, bek muda berusia 17 tahun, menjalani debutnya bersama Timnas Indonesia. Belum sampai sebulan lalu, namanya bahkan tidak masuk dalam daftar 44 pemain skuad sementara. 

90 Menit yang Dikendalikan Garuda

Sejak peluit pertama berbunyi, John Herdman memerintahkan timnya untuk tidak menunggu. Indonesia tampil dengan formasi 3-4-3 yang baru pertama kali dicoba secara penuh. Hasilnya, Oman langsung tertekan ke wilayah pertahanan mereka sendiri.

Peluang pertama datang di menit ke-7. Rizky Ridho mengirim umpan matang dari sisi kanan, Nathan Tjoe-A-On menyambut dengan sundulan, tapi kiper Oman Ahmed Faraj masih bisa menepis. Bukan masalah. Tekanan Indonesia tidak mengendur.

Enam menit kemudian, gol pertama timnas Indonesia datang. Nathan kembali yang jadi awalnya. Kali ini lewat tendangan bebas yang ia kirim ke kotak penalti. Justin Hubner naik lebih tinggi dari semua pemain Oman, menyundul bola ke sudut kiri atas gawang. 1-0 untuk Indonesia di menit 13.

Timnas Indonesia tidak puas dengan satu gol. Penguasaan bola terus didominasi, dan setiap kali bola mendekat ke kotak penalti Oman, ada tiga atau empat pemain Garuda yang siap menusuk. Di menit ke-28, Beckham Putra melepaskan umpan ke depan gawang. Ole Romeny yang sudah mengintai sejak awal mensontek bola masuk dengan tenang. Skor berubah 2-0.

Tapi pertandingan belum selesai. Di menit ke-37, ketika Indonesia sedang nyaman mengontrol jalannya laga, momen tegang datang. Justin Hubner dinilai melanggar Amjad Abdullah di kotak penalti. Wasit Muhammad Taqi menunjuk titik putih. Hatem Sultan maju sebagai eksekutor.

Yang terjadi setelahnya adalah salah satu momen terbaik Emil Audero di seragam Garuda. Kiper Indonesia itu membaca arah tembakan Sultan dengan sempurna, menepis bola jauh dari gawang. Stadion meledak. Babak pertama berakhir dengan keunggulan 2-0 yang masih utuh, dan Indonesia masuk ruang ganti dengan kepercayaan diri yang sudah maksimal.

Babak kedua datang dengan pola yang sama. Indonesia tetap dominan, Oman tetap kesulitan keluar dari tekanan. Di menit ke-55, gol ketiga akhirnya datang. Ragnar Oratmangoen yang sempat membuang beberapa peluang di babak pertama, akhirnya menemukan ritmenya dan mencetak gol. 3-0 untuk Indonesia.

Hingga peluit panjang, tidak ada gol tambahan dari kedua tim. Tapi tiga gol yang sudah masuk lebih dari cukup untuk membuat malam itu jadi malam yang tidak akan dilupakan oleh fans Timnas Indonesia.

Mathew Baker dan Wajah Baru Timnas Indonesia

Salah satu kejutan terbesar dari skuad John Herdman untuk FIFA Matchday Juni 2026 adalah nama Mathew Baker. Bek muda berusia 17 tahun milik Melbourne City ini bahkan tidak ada dalam daftar 44 pemain skuad sementara yang diumumkan sebelumnya.

Yang terjadi adalah cerita kebetulan yang berubah jadi kesempatan. Baker dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan di Stadion Madya, Senayan, bersama skuad senior. Awalnya ia diproyeksikan untuk memperkuat Timnas U-19 di Piala AFF U-19 2026. Tapi penampilannya selama TC mengubah segalanya. Herdman terkesan, dan keputusan untuk mempromosikannya langsung ke tim senior diambil dengan cepat.

Malam itu di SUGBK, Baker akhirnya turun ke lapangan di awal babak kedua menggantikan salah satu pemain andalan Indonesia. Bukan momen yang biasa untuk seorang pemain yang baru beberapa minggu lalu masih disiapkan untuk Timnas U-19. Tapi Baker tidak terlihat gugup. Operan-operannya rapi, posisinya disiplin, dan ia tampak siap menerima tanggung jawab di level senior meski baru tampil pertama kali.

Yang menarik, debut Baker bukan satu-satunya momen yang menunjukkan wajah baru Timnas Indonesia. Lihat saja siapa yang mencetak ketiga gol malam itu. Justin Hubner, lahir dan besar di Belanda. Ole Romeny, berkarier di Eropa. Ragnar Oratmangoen, gelandang serang FCV Dender di Belgia. Tiga gol, tiga pencetak gol, semuanya pemain naturalisasi.

Inilah Timnas Indonesia versi 2026. Global, dinamis, dan akhirnya berhasil menerjemahkan kombinasi talenta diaspora dengan pemain lokal jadi performa yang konsisten. Bukan lagi soal siapa yang lahir di mana atau siapa yang baru bergabung. Yang penting hanya satu, mereka semua tampil sebagai satu tim dengan satu identitas.

Modal Bagus Jelang Tantangan Berikutnya

Kemenangan 3-0 atas Oman adalah modal yang sangat bagus untuk match Indonesia berikutnya. Pada 9 Juni 2026, Garuda akan kembali ke SUGBK untuk menjamu Mozambik di laga kedua FIFA Matchday Juni 2026. Lawan dari konfederasi Afrika ini secara ranking FIFA berada di bawah Oman, jadi peluang Indonesia untuk meraih kemenangan kedua cukup terbuka lebar.

Tapi yang lebih penting dari dua laga di bulan Juni ini adalah konteks yang lebih besar. Tahun 2027, Indonesia akan tampil di Piala Asia di mana mereka tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Lawan-lawan yang tidak akan semudah Oman atau Mozambik. Setiap menit yang Herdman dapatkan untuk mencoba kombinasi pemain, formasi baru, dan strategi yang berbeda akan jadi modal penting untuk turnamen besar tahun depan.

Malam itu di SUGBK memberikan banyak jawaban, tapi sekaligus membuka banyak pertanyaan baru. Apakah Mathew Baker bisa terus berkembang? Apakah formasi 3-4-3 jadi pilihan tetap Herdman? Apakah lini depan yang sekarang sudah cukup untuk menghadapi Jepang? Pertanyaan-pertanyaan itu akan dijawab pelan-pelan dalam pertandingan-pertandingan berikutnya. Untuk sekarang, biarlah Timnas Indonesia menikmati kemenangan yang sudah lama dinantikan ini.

Jurgen
Tentang Analis

Jurgen

Analis Sepak Bola

Penggemar bola yang lebih dulu ngecek statistik dan rekor pertemuan sebelum berani menebak skor. Menulis analisis dan prediksi laga-laga besar Eropa sampai Piala Dunia di PredictPlay, dengan gaya santai tapi tetap ada dasarnya.

Lihat Profil Analis
Berita Lainnya

Berita Terkait