Prediksi Piala Dunia 2026: Tuchel, Bellingham, dan Misi Inggris Akhiri Penantian 60 Tahun

Prediksi Piala Dunia 2026: Tuchel, Bellingham, dan Misi Inggris Akhiri Penantian 60 Tahun
Ditulis Oleh
Jurgen
Jurgen
Ditinjau Oleh
Terbit Jun 04, 2026
Diperbarui Jun 04, 2026
5 Menit Baca

Sudah 60 tahun. Sejak Bobby Moore mengangkat trofi Piala Dunia di Wembley tahun 1966, Inggris tidak pernah sekalipun memenangkan turnamen antar negara. Beckham, Gerrard, Lampard, Rooney, hingga generasi emas Harry Kane di era Gareth Southgate semua pulang dengan cerita yang sama. Kali ini di Piala Dunia 2026, apakah penantian tersebut akan berakhir?

Sekarang Inggris datang ke Piala Dunia 2026 dengan sosok pelatih yang baru. Thomas Tuchel, pelatih asal Jerman pertama dalam sejarah yang memimpin The Three Lions. Dan beberapa keputusan yang ia buat sudah cukup mengguncang sepak bola Inggris bahkan sebelum Piala Dunia dimulai.

Info Pertandingan
NODE: 2048
Man United Club Crest
Man United
19:00
VS
Champions League
Sabah FA Club Crest
Sabah FA
Analisis

Tuchel Coret Lima Bintang Demi Filosofi Kekompakan Tim

Tidak ada yang menyangka skuad Inggris akan terlihat seperti ini.

Cole Palmer dicoret. Phil Foden dicoret. Trent Alexander-Arnold dicoret. Harry Maguire dan Luke Shaw juga ikut dicoret. Nama-nama yang selama bertahun-tahun jadi langganan skuad The Three Lions, semuanya tidak masuk dalam 26 pemain pilihan Tuchel untuk Piala Dunia 2026.

Reaksi publik bisa ditebak pasti keras dan ramai. Banyak yang menyebut keputusan ini berisiko. Tapi Tuchel tidak mundur dari pilihannya.

“Tim terbaik tidak berarti berisikan 26 pemain dengan talenta terbaik,” kata Tuchel di situs resmi Timnas Inggris. “Bermain sebagai sebuah tim merupakan fokus utama saya, dan saya harap kami sudah melakukannya dengan 26 pemain yang saya pilih.”

Pendekatannya sangat berbeda dengan kebiasaan sepak bola Inggris yang sering memilih pemain berdasarkan nama besar. Bukan status, bukan popularitas yang Tuchel cari adalah kecocokan dalam sistem.

Filosofi itu akan diuji langsung di babak grup Piala Dunia 2026. Inggris tergabung di Grup L Piala Dunia bersama Kroasia, Ghana, dan Panama. Laga pembuka jadi yang paling menarik 17 Juni 2026 di AT&T Stadium, Dallas, Inggris langsung berhadapan dengan Kroasia. Laga ini akan membangkitkan kenangan pahit semifinal Piala Dunia 2018, saat Kroasia mengalahkan Inggris 2-1 dan menghancurkan mimpi The Three Lions. 

Modric mungkin sudah tidak ada, tapi rasa sakit dari kekalahan itu masih membekas. Setelah Kroasia, ada Ghana pada 23 Juni di Gillette Stadium dengan ancaman utama Antoine Semenyo yang baru pindah ke Manchester City, lalu Panama pada 27 Juni di MetLife Stadium sebagai laga termudah di atas kertas.

Prediksi babak grup dari Opta supercomputer cukup memberi harapan. Peluang Inggris lolos dari Grup L mencapai 96% hampir pasti. Sebagai juara grup, peluangnya 67,9%, masih kuat meski berada di bawah Spanyol dan Argentina untuk kategori favorit juara grup. Kualifikasi yang sempurna 8 menang dari 8 laga, 22 gol, 0 kebobolan menjadi modal awal yang kuat untuk membuktikan filosofi Tuchel di panggung terbesar.

Bellingham di Puncak Performa, Lini Tengah Inggris Jadi yang Paling Ditakuti

Di tengah semua kontroversi soal pemain yang dicoret, satu nama tetap jadi pusat perhatian skuad timnas Inggris: Jude Bellingham.

Gelandang Real Madrid itu baru saja menjalani musim yang luar biasa, kembali tampil sebagai motor permainan setelah pulih dari cedera bahu. Kemampuannya mengatur tempo, membawa bola melewati tekanan, dan masuk ke kotak penalti untuk mencetak gol membuatnya jadi senjata yang sulit dihentikan. Bellingham adalah alasan utama mengapa banyak orang masih percaya Inggris bisa juara meski dengan skuad yang kontroversial.

Bersamanya di lini tengah ada Declan Rice jangkar yang menjaga keseimbangan permainan. Rice yang baru saja membantu Arsenal juara Premier League tampil sebagai pemain yang tenang, cerdas, dan punya stamina luar biasa. Kombinasi Bellingham-Rice di sentral lini tengah adalah salah satu yang paling ditakuti di Piala Dunia 2026.

Lalu ada Kobbie Mainoo yang akan menjalani Piala Dunia pertamanya. Gelandang muda Manchester United itu dipercaya karena gaya bermainnya yang tenang dan kemampuan mengontrol ritme pertandingan. Dan ada Jordan Henderson, gelandang veteran yang akan menyamai rekor Sir Bobby Charlton dengan empat penampilan di putaran final Piala Dunia.

Di depan lini tengah yang solid itu, Inggris masih punya Bukayo Saka yang sudah jadi pemain elite Eropa, Harry Kane yang masih jadi penyerang paling konsisten Inggris, dan Marcus Rashford yang siap memberikan kecepatan dari sisi sayap. Bukan lini serang yang penuh nama besar, tapi lini serang yang punya keseimbangan. 

60 Tahun Tanpa Trofi, Inilah Generasi yang Mungkin Mengubah Segalanya di Piala Dunia 2026

Ada alasan kenapa banyak yang mulai berani bicara soal trofi tahun ini. Tapi sebelum membahas itu, ada satu fakta yang tidak bisa diabaikan. Inggris sudah 60 tahun tidak memenangkan turnamen antar negara.

Rekor finish terbaik mereka selama 60 tahun ini hanya menjadi runner-up — dua kali berturut-turut di Euro 2020 dan Euro 2024. Dua kali ke final, dua kali pulang dengan tangan kosong. Selalu sampai gerbang trofi, tapi tidak pernah bisa melewatinya.

Sejarah memang belum berpihak pada mereka. Tujuh turnamen mayor sejak 2014, tidak ada satu pun trofi yang berhasil diangkat.

Yang berbeda kali ini di Piala Dunia 2026 adalah kombinasi Squad Inggris. Tuchel pernah membawa Chelsea juara Liga Champions 2021 bukan sekadar pelatih dengan filosofi yang menarik, tapi pelatih yang sudah membuktikan dirinya di panggung terbesar.Inilah pertama kalinya dalam waktu yang sangat lama Inggris dipimpin pelatih dengan rekam jejak juara di level klub elite. 

Opta supercomputer memberi Inggris peluang 11,2% untuk juara angka yang membuat mereka masuk tiga favorit teratas bersama Spanyol dan Brasil. Untuk tim yang sudah 60 tahun tidak juara, posisi sebagai salah satu favorit saja sudah jadi pencapaian. 

Pertanyaannya sederhana apakah ini akhirnya saatnya? Atau apakah Tuchel akan jadi nama berikutnya dalam daftar panjang pelatih yang gagal memenuhi janji untuk Inggris di Piala Dunia 2026?

17 Juni di Dallas adalah awal dari semuanya. 60 tahun beban di pundak, satu kesempatan untuk membuktikan bahwa generasi ini benar-benar berbeda.

Jurgen
Tentang Analis

Jurgen

Analis Sepak Bola

Penggemar bola yang lebih dulu ngecek statistik dan rekor pertemuan sebelum berani menebak skor. Menulis analisis dan prediksi laga-laga besar Eropa sampai Piala Dunia di PredictPlay, dengan gaya santai tapi tetap ada dasarnya.

Lihat Profil Analis
Berita Lainnya

Berita Terkait