Prancis vs Paraguay: Laga Dramatis Berakhir 1-0

Prancis vs Paraguay: Laga Dramatis Berakhir 1-0
Ditulis Oleh
Jurgen
Jurgen
Ditinjau Oleh
Terbit Jul 06, 2026
Diperbarui Jul 06, 2026
5 Menit Baca

Di atas kertas, Prancis vs Paraguay seharusnya tidak kesulitan melewati Paraguay pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Les Bleus datang dengan modal sempurna setelah menyapu bersih fase grup dan tampil meyakinkan saat menyingkirkan Swedia di babak 32 besar. Sementara itu, Paraguay baru saja menciptakan kejutan besar dengan menyingkirkan Jerman melalui adu penalti, hasil yang membuat mereka datang ke Philadelphia dengan kepercayaan diri tinggi.

Namun, pertandingan ini jauh dari kata mudah bagi Prancis.

Info Pertandingan
NODE: 1825
Rayo Vallecano Club Crest
Rayo Vallecano
19:00
VS
PD
Alavés Club Crest
Alavés
Analisis

Butuh waktu hingga babak kedua pertandingan sebelum Les Bleus akhirnya memecah kebuntuan. Gol penalti Kylian Mbappé pada menit ke-70 menjadi satu-satunya pembeda dalam kemenangan tipis 1-0 yang membawa Prancis melaju ke perempat final. Skor memang berpihak kepada tim asuhan Didier Deschamps, tetapi jalannya pertandingan Prancis vs Paraguay menunjukkan bahwa Paraguay memberikan perlawanan yang jauh lebih sengit dari perkiraan banyak orang.

Paraguay Datang Tanpa Rasa Takut

Keberhasilan menyingkirkan Jerman rupanya memberikan suntikan mental yang luar biasa bagi Paraguay.

Sejak menit awal laga Prancis vs Paraguay, mereka tidak membiarkan Prancis memainkan ritme permainan favoritnya. Paraguay tampil disiplin, agresif, dan tidak ragu melakukan duel fisik. Setiap kali Mbappé, Ousmane Dembélé, atau Michael Olise menerima bola, langsung ada satu hingga dua pemain yang menempel ketat.

Strategi tersebut membuat lini serang Prancis frustrasi. Meski mendominasi penguasaan bola, Les Bleus kesulitan menemukan ruang di area sepertiga akhir lapangan. Operan-operan pendek yang biasanya mengalir lancar justru sering terputus sebelum memasuki kotak penalti.

Paraguay memang tidak banyak menyerang, tetapi mereka berhasil menjalankan rencana pertandingan dengan hampir sempurna. Fokus utama mereka adalah memutus ritme permainan Prancis dan memaksa pertandingan berjalan sesuai tempo yang mereka inginkan.

Babak Pertama Berjalan Sesuai Keinginan Paraguay

Prancis memang menguasai bola sejak awal pertandingan Prancis vs Paraguay. Adrien Rabiot dan Manu Koné beberapa kali mencoba mengatur aliran serangan dari lini tengah, sementara Dembélé dan Olise aktif bergerak melebar untuk membuka ruang.

Masalahnya, Paraguay hampir tidak memberikan celah.

Lima pemain belakang mereka tetap rapat sepanjang pertandingan. Ketika bola bergerak ke sayap, dua pemain langsung melakukan pressing. Saat bola masuk ke tengah, gelandang bertahan segera turun membantu pertahanan.

Akibatnya, Prancis lebih banyak memainkan bola di luar kotak penalti tanpa benar-benar menciptakan peluang emas.

Sementara Paraguay sesekali mencoba menyerang melalui transisi cepat. Walaupun tidak terlalu sering mengancam gawang Mike Maignan, pendekatan tersebut cukup membuat lini belakang Prancis tetap waspada.

Hingga turun minum pertandingan Prancis vs Paraguay, skor 0-0 menjadi gambaran betapa efektifnya organisasi permainan Paraguay.

Deschamps Ubah Jalannya Pertandingan

Didier Deschamps tampaknya sadar bahwa pola serangan Prancis terlalu mudah dibaca.

Memasuki babak kedua Prancis vs Paraguay, ia mulai melakukan beberapa perubahan. Salah satu keputusan paling penting adalah memasukkan Désiré Doué, pemain muda yang memberikan dimensi berbeda pada lini serang Les Bleus.

Berbeda dengan pemain lain yang lebih sering memainkan kombinasi umpan, Doué berani melakukan dribel langsung ke arah pertahanan lawan. Keberaniannya inilah yang akhirnya mengubah jalannya pertandingan.

Pada menit ke-70, Doué berhasil melewati pemain Paraguay sebelum dijatuhkan di dalam kotak penalti. Wasit awalnya membiarkan permainan berlanjut, tetapi setelah mendapat rekomendasi dari VAR, keputusan berubah menjadi penalti untuk Prancis.

Mbappé Tetap Jadi Penentu

Sebagai kapten sekaligus pemain paling berpengalaman di lini depan, Kylian Mbappé maju sebagai algojo.

Tekanan jelas tidak kecil. Paraguay sudah bertahan luar biasa selama lebih dari satu jam, sementara Prancis mulai terlihat frustrasi.

Namun Mbappé tetap menunjukkan ketenangannya di pertandingan Prancis vs Paraguay.

Tendangan kerasnya berhasil mengecoh Orlando Gill dan membawa Prancis unggul 1-0. Gol tersebut sekaligus menjadi gol ketujuh Mbappé di Piala Dunia 2026, membuatnya sejajar dengan Lionel Messi dalam daftar pencetak gol terbanyak turnamen sejauh ini.

Selepas gol tersebut, pertandingan semakin panas. Paraguay meningkatkan intensitas serangan untuk mencari gol penyeimbang, sedangkan Prancis mulai bermain lebih pragmatis.

Prancis Menang, tetapi Tidak Tampil Mewah

Salah satu hal yang menarik dari pertandingan Prancis vs Paraguay ini adalah perubahan pendekatan Prancis.

Biasanya Les Bleus identik dengan permainan menyerang yang atraktif. Namun menghadapi Paraguay, mereka justru dipaksa bermain lebih keras dan lebih sabar.

Usai pertandingan, Mbappé bahkan mengatakan bahwa Prancis juga mampu memenangkan pertandingan dengan cara yang “kotor” jika situasinya memang menuntut demikian. Pernyataan tersebut menjadi gambaran bagaimana sulitnya laga melawan Paraguay.

Deschamps juga memuji kedewasaan anak asuhnya. Menurutnya, timnya berhasil menjaga emosi meski beberapa kali mendapat provokasi dari pemain maupun bangku cadangan Paraguay sepanjang pertandingan.

Paraguay Pulang dengan Kepala Tegak

Meski gagal melangkah ke perempat final, Paraguay pantas meninggalkan turnamen dengan kebanggaan.

Mereka datang ke babak gugur sebagai underdog, tetapi mampu menyingkirkan Jerman dan kemudian membuat Prancis bekerja ekstra keras selama 90 menit.

Disiplin bertahan, semangat juang, dan organisasi permainan mereka menjadi salah satu cerita menarik di Piala Dunia 2026. Jika mampu mempertahankan fondasi ini, Paraguay berpotensi kembali menjadi pesaing serius di turnamen internasional berikutnya.

Tantangan Berat Menanti Les Bleus

Kemenangan ini memang memastikan langkah Prancis ke delapan besar. Namun performa melawan Paraguay juga menunjukkan bahwa Les Bleus masih memiliki beberapa pekerjaan rumah.

Mereka terlalu bergantung pada kreativitas Mbappé dan kesulitan menemukan solusi ketika menghadapi pertahanan rendah yang sangat disiplin. Penyelesaian akhir juga belum setajam yang diharapkan, padahal peluang untuk mencetak gol sebenarnya cukup banyak.

Di perempat final, tantangan yang lebih besar sudah menunggu. Prancis akan berhadapan dengan Maroko, tim yang tampil impresif setelah menyingkirkan Kanada dengan skor meyakinkan. Duel ini diprediksi akan berlangsung jauh lebih terbuka, tetapi juga lebih menguras tenaga karena kedua tim sama-sama memiliki organisasi permainan yang solid.

Prancis vs Paraguay, Laga Tes Mental

Kemenangan 1-0 atas Paraguay mungkin tidak akan dikenang sebagai penampilan terbaik Prancis di Piala Dunia 2026. Namun justru pertandingan seperti inilah yang sering menjadi pembeda antara tim yang hanya bermain indah dan tim yang benar-benar siap menjadi juara.

Les Bleus menunjukkan bahwa mereka tidak hanya bisa menang ketika permainan berjalan sesuai rencana. Mereka juga mampu bertahan, bersabar, dan memanfaatkan satu momen penting untuk mengamankan tiket ke babak berikutnya.

Sementara bagi Paraguay, perjalanan mereka memang berakhir di Philadelphia. Namun setelah menumbangkan Jerman dan memaksa salah satu favorit juara bekerja hingga titik maksimal, La Albirroja pulang dengan penuh penyesalan usai laga Prancis vs Paraguay. Banyak yang mengatakan Paraguay bermain kotor dan keputusan wasit tidak adil. Namun, laga ini menjadi jawaban bahwa apapun bisa terjadi di sepak bola.

Jurgen
Tentang Analis

Jurgen

Analis Sepak Bola

Penggemar bola yang lebih dulu ngecek statistik dan rekor pertemuan sebelum berani menebak skor. Menulis analisis dan prediksi laga-laga besar Eropa sampai Piala Dunia di PredictPlay, dengan gaya santai tapi tetap ada dasarnya.

Lihat Profil Analis
Berita Lainnya

Berita Terkait