Kalau ada satu pertandingan yang layak disebut sebagai tontonan terbaik di pekan pertama Piala Dunia 2026, duel Jepang vs Belanda pantas masuk daftar teratas. Bermain di Dallas Stadium, kedua tim harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 2-2. Namun, hasil akhirnya tidak menceritakan keseluruhan cerita.
Belanda sebenarnya dua kali berada di depan. Mereka sempat terlihat akan membawa pulang tiga poin, tetapi Jepang sekali lagi menunjukkan karakter yang sudah menjadi identitas mereka dalam beberapa turnamen terakhir: pantang menyerah sampai peluit akhir berbunyi. Gol telat Daichi Kamada pada menit ke-88 membungkam ribuan pendukung Oranje sekaligus memastikan Samurai Blue membawa pulang satu poin yang terasa seperti kemenangan.
Babak Pertama Jepang vs Belanda Berjalan Hati-Hati

Laga dimulai dengan tempo yang tidak terlalu tinggi. Belanda lebih banyak menguasai bola melalui kombinasi Frenkie de Jong, Ryan Gravenberch, dan Tijjani Reijnders di lini tengah. Mereka mencoba mengontrol ritme permainan sambil mencari celah di pertahanan Jepang.
Sebaliknya, Jepang memilih pendekatan yang lebih pragmatis. Anak asuh Hajime Moriyasu tidak gegabah melakukan pressing tinggi. Mereka lebih fokus menjaga bentuk pertahanan dan memotong jalur umpan ke area berbahaya.
Strategi tersebut membuat Belanda memang lebih dominan dalam penguasaan bola, tetapi kesulitan menciptakan peluang bersih. Zion Suzuki juga tampil tenang di bawah mistar dan beberapa kali berhasil mengamankan bola tanpa harus melakukan penyelamatan spektakuler.
Babak pertama Jepang vs Belanda akhirnya ditutup tanpa gol. Meski minim peluang, pertandingan sebenarnya menyimpan ketegangan karena kedua tim sama-sama menunggu momentum untuk menyerang.
Empat Gol dalam 37 Menit
Pertandingan Jepang vs Belanda benar-benar berubah setelah turun minum.
Belanda akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-51 melalui kapten mereka, Virgil van Dijk. Bek Liverpool itu memanfaatkan umpan matang Ryan Gravenberch dan menanduk bola ke sudut gawang yang sulit dijangkau Zion Suzuki. Gol tersebut membuat Belanda tampak berada di jalur yang tepat untuk mengawali turnamen dengan kemenangan.
Jepang merespons dengan sangat cepat lewat Keito Nakamura. Penyerang yang terus menjadi ancaman dari sisi kiri itu melepaskan tembakan rendah yang gagal dihentikan Bart Verbruggen. Gol tersebut mengubah momentum pertandingan secara drastis dan membuat Jepang bermain jauh lebih percaya diri.
Belanda sempat kembali unggul pada menit ke-64. Kali ini giliran Crysencio Summerville yang mencuri perhatian. Winger muda tersebut menusuk dari sisi kiri sebelum melepaskan tembakan melengkung yang bersarang di pojok gawang. Gol itu menjadi salah satu gol terbaik sejauh ini di fase grup Piala Dunia 2026.
Mental Samurai Blue Kembali Berbicara

Ketika waktu normal tinggal menyisakan beberapa menit, Jepang terus menekan pertahanan Belanda. Hajime Moriyasu melakukan pergantian pemain yang terbukti sangat efektif.
Pada menit ke-88 laga Jepang vs Belanda, sepak pojok yang dikirim ke kotak penalti disambut sundulan Koki Ogawa. Bola kemudian mengenai Daichi Kamada sebelum masuk ke gawang Belanda. Gol itu langsung memicu selebrasi besar dari para pemain dan pendukung Jepang yang memadati stadion.
Bukan hanya soal skor, gol tersebut menunjukkan karakter yang selama ini membuat Jepang menjadi salah satu tim Asia paling konsisten di Piala Dunia.
Mereka tidak pernah berhenti bermain meski tertinggal. Hal inilah yang sebelumnya juga terlihat saat Jepang mengalahkan Jerman dan Spanyol di Piala Dunia 2022. Kini, mental yang sama kembali menjadi senjata utama mereka.
Koeman Punya Banyak PR Pasca Laga Jepang vs Belanda
Bagi Ronald Koeman, hasil Jepang vs Belanda tentu mengecewakan.
Belanda dua kali memimpin pertandingan tetapi gagal mempertahankan keunggulan. Secara statistik mereka memang tampil dominan, tetapi kesulitan mengontrol permainan ketika Jepang mulai meningkatkan intensitas serangan.
Pergantian pemain yang dilakukan Koeman juga menuai kritik. Setelah unggul, Belanda justru bermain lebih pasif dan memberi terlalu banyak ruang kepada Jepang untuk membangun serangan. Keputusan tersebut akhirnya menjadi bumerang ketika Samurai Blue terus menekan hingga menit-menit akhir.
Di media sosial maupun forum diskusi sepak bola, banyak pendukung Belanda mempertanyakan mengapa tim mereka memilih bertahan terlalu dalam ketika masih unggul satu gol. Pendapat serupa juga banyak muncul dari komunitas sepak bola internasional yang menilai Belanda kehilangan kontrol pertandingan setelah melakukan beberapa pergantian pemain.
Jepang Kehilangan Beberapa Pemain, Tetapi Tetap Solid
Yang membuat hasil ini semakin menarik adalah kondisi skuad Jepang.
Mereka tampil tanpa beberapa pemain penting ketika laga Jepang vs Belanda, termasuk gelandang bertahan Wataru Endo yang masih dibekap cedera. Meski demikian, organisasi permainan Jepang tetap berjalan sangat baik.
Moriyasu kembali menunjukkan kemampuannya meramu tim. Ia tidak bergantung pada satu pemain bintang. Semua pemain memahami tugas masing-masing, baik ketika bertahan maupun melakukan transisi menyerang.
Keberhasilan Jepang mencuri satu poin dari Belanda juga memperlihatkan betapa kuatnya fondasi sepak bola mereka dalam beberapa tahun terakhir. Bukan lagi sekadar mengandalkan semangat juang, tetapi juga disiplin taktik dan kualitas individu yang semakin berkembang.
Grup F Masih Terbuka

Hasil imbang Jepang vs Belanda ini membuat persaingan Grup F menjadi semakin menarik.
Baik Belanda maupun Jepang sama-sama mengoleksi satu poin. Dengan Swedia dan Tunisia juga berada di grup yang sama, peluang lolos ke babak berikutnya masih sepenuhnya terbuka bagi semua tim.
Belanda selanjutnya akan menghadapi Swedia, sementara Jepang dijadwalkan bertemu Tunisia. Kedua pertandingan tersebut berpotensi menjadi penentu karena kemenangan akan membuka jalan menuju fase gugur.
Piala Dunia Ajang Penuh Kejutan
Pertandingan Belanda melawan Jepang membuktikan bahwa Piala Dunia 2026 menghadirkan persaingan yang jauh lebih merata dibanding edisi-edisi sebelumnya. Tim unggulan memang masih memiliki kualitas individu yang luar biasa, tetapi organisasi permainan dan mental bertanding menjadi faktor yang sama pentingnya.
Belanda pulang dengan penyesalan karena gagal mengamankan kemenangan yang sudah di depan mata. Sebaliknya, Jepang kembali menunjukkan mengapa mereka selalu menjadi lawan yang sulit dikalahkan di turnamen besar.
Kalau performa ini bisa dipertahankan, jangan kaget kalau Samurai Blue kembali membuat kejutan di fase gugur. Sementara bagi Belanda, Ronald Koeman harus segera menemukan solusi agar dominasi permainan tidak kembali berakhir sia-sia setelah pertandingan Jepang vs Belanda. Karena di Piala Dunia, kehilangan dua poin bisa menjadi perbedaan antara lolos sebagai juara grup atau justru pulang lebih cepat.
Jurgen
Penggemar bola yang lebih dulu ngecek statistik dan rekor pertemuan sebelum berani menebak skor. Menulis analisis dan prediksi laga-laga besar Eropa sampai Piala Dunia di PredictPlay, dengan gaya santai tapi tetap ada dasarnya.
Lihat Profil Analis
Belum ada komentar.