Gaji Pemain Liga Inggris Per Minggu: Sejarah Tradisi 140 Tahun yang Masih Bertahan

Gaji Pemain Liga Inggris Per Minggu: Sejarah Tradisi 140 Tahun yang Masih Bertahan
Ditulis Oleh
Jurgen
Jurgen
Ditinjau Oleh
Terbit Agu 11, 2026
Diperbarui Agu 11, 2026
5 Menit Baca

Kamu pasti sering baca berita sepak bola yang menyebut gaji pemain Liga Inggris dalam hitungan per minggu. Cristiano Ronaldo dapat £385 ribu per minggu saat kembali ke Manchester United pada 2021, pemain lain ratusan ribu poundsterling per pekan. Tapi tunggu – apakah mereka benar-benar menerima uang segitu setiap tujuh hari? Jawabannya: belum tentu. Penyebutan gaji per minggu adalah tradisi dalam sepak bola Inggris untuk menghitung dan menyebut nilai kontrak, bukan jadwal pembayaran yang pasti. Dalam praktik, klub bisa membayar gaji secara bulanan atau sesuai kesepakatan kontrak. Angka mingguan hanya cara menunjukkan berapa nilai gaji jika dihitung dalam satu minggu.

Jadi ketika media menulis pemain dapat £200 ribu per minggu, itu bukan berarti transfer uang masuk setiap tujuh hari. Angka tersebut merupakan cara untuk menggambarkan nilai gaji berdasarkan hitungan mingguan, bukan deskripsi jadwal pembayaran yang sebenarnya. Pemahaman ini penting agar kamu tidak salah mengira bagaimana sistem gaji pemain Liga Inggris bekerja di balik layar.

Info Pertandingan
NODE: 2319
Persebaya Surabaya Club Crest
Persebaya Surabaya
12:00
VS
ID1
PSIM Yogyakarta Club Crest
PSIM Yogyakarta
Analisis

Asal Tradisi Gaji Mingguan dari Era Revolusi Industri

Tradisi ini berasal dari Inggris sekitar 140 tahun lalu, saat Revolusi Industri. Sepak bola sangat dekat dengan kehidupan masyarakat kelas pekerja yang bekerja enam hari seminggu. Mereka menerima upah setiap akhir pekan, terutama Sabtu sore, yang kemudian menjadi hari pertandingan sepak bola. Saat itu pemain belum dapat bayaran fantastis seperti sekarang – sepak bola masih jauh dari industri besar yang kita kenal hari ini.

Pada 1885, The Football Association mulai mengakui status pemain profesional dan memungkinkan mereka mendapat bayaran dari klub. Namun pada 1901, FA menerapkan aturan maximum wage: pemain hanya boleh dapat maksimal £4 per minggu. Aturan pembatasan gaji ini membuat pemain tidak bisa menentukan nilai ekonomi mereka sendiri, meski sepak bola semakin populer dan menarik penonton. Batas gaji tersebut kemudian mengalami beberapa perubahan – pada 1950-an, misalnya, batas maksimal naik menjadi £20 per minggu – namun banyak pemain masih harus memiliki pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Perlawanan Pemain dan Penghapusan Batas Gaji pada 1961

Perlawanan datang dari pemain seperti Jimmy Hill dari Fulham yang aktif di Professional Footballers’ Association (PFA), organisasi yang mewakili pemain profesional Inggris. Hill menolak maximum wage karena pemain seharusnya dapat bayaran sesuai kemampuan dan nilai mereka. Pada 1961, aturan itu akhirnya dihapus, mengubah situasi secara langsung.

Rekan Hill di Fulham, Johnny Haynes, langsung merasakan manfaatnya dengan mendapat £100 per minggu – sebuah angka yang sangat besar untuk ukuran sepak bola Inggris pada masa itu. Sejak saat itu pemain punya kekuatan negosiasi gaji dengan klub dan bisa menentukan nilai ekonomi mereka sendiri. Momentum ini membuka jalan bagi pemain untuk mendapatkan kompensasi yang lebih adil sesuai dengan kontribusi mereka.

Era Premier League: Uang Besar, Tradisi Tetap

Pada 1992, Premier League berdiri dan sepak bola Inggris masuk era baru dengan hak siar televisi, sponsor, penjualan tiket, merchandise, dan berbagai sumber pemasukan lainnya. Klub punya uang jauh lebih besar untuk gaji pemain dibanding era sebelumnya. Namun meski industri berubah total, tradisi menyebut gaji berdasarkan hitungan mingguan tetap bertahan hingga sekarang.

Itulah sebabnya hingga kini kita sering membaca berita seperti “pemain tersebut mendapatkan £300 ribu per minggu”. Angka mingguan terdengar lebih mudah daripada angka tahunan. Pemain yang dapat £10,4 juta per tahun bisa ditulis sebagai sekitar £200 ribu per minggu. Angka mingguan terdengar lebih mencolok dan lebih mudah digunakan saat membandingkan gaji pemain satu sama lain. Tradisi yang sudah puluhan tahun dalam pemberitaan sepak bola Inggris ini akhirnya semakin kuat dan bertahan.

Mengapa Angka Mingguan Lebih Mudah Diingat

Ada alasan sederhana di balik pilihan menggunakan angka mingguan. Secara matematis, jika dikalikan 52 minggu dalam setahun, kedua angka (mingguan dan tahunan) menunjukkan nilai yang kurang lebih sama. Namun angka mingguan jauh lebih mudah digunakan dalam percakapan dan perbandingan. Ketika kamu mendengar £385 ribu per minggu, angka itu lebih berkesan daripada £20 juta per tahun, meskipun keduanya mewakili nilai kontrak yang sama.

Praktik ini juga memudahkan media dan penggemar untuk memahami skala gaji pemain tanpa perlu kalkulator. Angka mingguan lebih mudah dicerna dan lebih sering digunakan dalam headline berita sepak bola. Inilah mengapa tradisi ini terus hidup dan berkembang, bahkan di era digital ketika informasi bisa diakses dalam berbagai format.

Jadwal Pembayaran Sebenarnya: Fleksibel Sesuai Kontrak

Penting untuk dipahami: ketika media menulis seorang pemain mendapatkan £200 ribu per minggu, bukan berarti klub wajib mentransfer uang tersebut setiap tujuh hari. Pembayaran gaji mengikuti kesepakatan yang tercantum dalam kontrak pemain. Bisa saja pembayaran dilakukan secara bulanan, dua bulanan, atau berdasarkan jadwal pembayaran tertentu yang disepakati kedua belah pihak.

Sementara itu, angka “per minggu” digunakan untuk menunjukkan berapa nilai gaji pemain jika dihitung dalam periode satu minggu. Jadi istilah tersebut lebih tepat dipahami sebagai weekly wage – cara menghitung nilai – bukan selalu sebagai jadwal transfer gaji yang sebenarnya. Pemahaman ini penting agar kamu tidak salah mengira bagaimana sistem pembayaran pemain Liga Inggris bekerja di balik layar.

Tradisi Berusia Satu Abad yang Masih Relevan

Tradisi yang berusia lebih dari satu abad ini terbukti tahan lama, bahkan di era sepak bola modern. Meskipun industri sepak bola telah berubah drastis sejak era Revolusi Industri, cara kita berbicara tentang gaji pemain tetap menggunakan format mingguan. Ini adalah bukti bahwa beberapa konvensi dalam dunia sepak bola sangat kuat dan sulit berubah, terlepas dari perubahan zaman.

Jadi ketika kamu membaca pemain mendapat ratusan ribu poundsterling per minggu, pahami itu sebagai nilai gaji dihitung per minggu, bukan jadwal pembayaran sebenarnya. Angka tersebut adalah cara praktis untuk mengkomunikasikan besarnya kontrak pemain kepada publik. Untuk memantau performa dan statistik pemain di Liga Inggris, kunjungi jadwal & prediksi Premier League kami, atau lihat jadwal pertandingan lainnya untuk kompetisi internasional lainnya.

Lihat jadwal dan prediksi pertandingan lainnya di PredictPlay.

Jurgen
Tentang Analis

Jurgen

Analis Sepak Bola

Penggemar bola yang lebih dulu ngecek statistik dan rekor pertemuan sebelum berani menebak skor. Menulis analisis dan prediksi laga-laga besar Eropa sampai Piala Dunia di PredictPlay, dengan gaya santai tapi tetap ada dasarnya.

Lihat Profil Analis
Berita Lainnya

Berita Terkait