Arsenal menutup pramusim 2026/27 dengan cara yang paling dramatis: mengalahkan Como 1907 melalui adu penalti 4-3 di Stadion Emirates pada Kamis malam. Pertandingan itu berlangsung ketat selama 90 menit dengan skor 1-1, memaksa kedua tim ke babak tambahan dan eksekusi penalti. Kemenangan terlihat bersih di atas kertas, tapi cara Arsenal meraihnya mengungkap beberapa kekhawatiran serius menjelang Community Shield melawan Manchester City akhir pekan ini – dan itu bukan kabar bagus.
Gabriel Jesus Hampir Buka Peluang, Arsenal Langsung Dominasi
Sejak awal pertandingan, The Gunners langsung mengambil alih. Gabriel Jesus hampir membawa tuan rumah unggul di menit ke-6 dengan tembakan yang mengenai tiang gawang Como – peluang emas yang terlewatkan. Arsenal terus menekan, menciptakan momentum serangan demi serangan, tapi efisiensi finishing menjadi hambatan utama di babak pertama. Bola beredar dengan lancar, tapi hasilnya minim.
Como sesekali memberikan ancaman balik, tapi tim tamu tidak mampu memanfaatkan peluang tersebut. Pertandingan berlangsung dalam ritme yang terbuka, dengan kedua belah pihak saling mencari celah di lini pertahanan lawan. Namun Arsenal jelas lebih sering mendominasi kepemilikan bola dan menciptakan peluang.
Lewis-Skelly Buka Jalan, Baturina Samakan Cepat Sebelum Jeda
Myles Lewis-Skelly akhirnya berhasil merobek pertahanan Como di menit ke-33, membawa Arsenal unggul 1-0. Gol itu terlihat seperti langkah pertama menuju kemenangan nyaman bagi tim asuhan Mikel Arteta. Namun, Como tidak menyerah begitu saja. Tepat menjelang akhir babak pertama, Martin Baturina menyamakan kedudukan dengan menembus pertahanan Kepa Arrizabalaga. Skor berubah menjadi 1-1 dan kedudukan tersebut bertahan hingga istirahat.
Babak Kedua Tetap Ketat, Peluang Tidak Terkonversi
Memasuki babak kedua, pertandingan tetap berlangsung dengan pola serupa. Arsenal mendapatkan sejumlah peluang melalui situasi bola mati dan serangan terbuka, namun tidak ada yang mampu dikonversi menjadi gol. Como juga beberapa kali mengancam pertahanan The Gunners, menciptakan ketegangan di lini belakang Arsenal.
Hingga peluit akhir 90 menit, skor tetap 1-1. Pertandingan yang seharusnya menjadi kesempatan Arsenal untuk menunjukkan dominasi penuh berakhir dengan hasil imbang, memaksa kedua tim ke babak penentuan melalui adu penalti.
Penalti Jadi Penentu: Madueke Gagal, Morata dan Smolcic Juga Meleset
Dalam adu penalti, Arsenal menunjukkan komposisi yang lebih baik dan efektif. Dari kubu The Gunners, hanya Noni Madueke yang gagal menjalankan tugasnya. Sementara itu, Como kehilangan dua eksekusi melalui Alvaro Morata dan Ivan Smolcic. Kemenangan 4-3 penalti akhirnya menjadi milik Arsenal, menutup rangkaian pramusim mereka dengan hasil positif.
Namun, cara dramatis ini mungkin bukan pertanda baik. Pertandingan yang seharusnya bisa dimenangkan di waktu reguler berakhir dengan ketegangan penalti, menunjukkan bahwa efisiensi finishing dan ketajaman serangan masih perlu ditingkatkan sebelum kompetisi resmi dimulai. Menang penalti atas Como bukan masalah – tapi tidak bisa menang 90 menit adalah masalah besar.
Fokus Bergeser ke Community Shield, Ujian Nyata Menanti
Sekarang perhatian Arsenal bergeser ke Community Shield melawan Manchester City di Millennium Stadium, Cardiff, akhir pekan ini. Pramusim sudah selesai, dan saatnya tim Mikel Arteta menunjukkan apakah mereka siap bersaing di level tertinggi musim 2026/27. Pertandingan melawan City akan menjadi ujian nyata sebelum Premier League dimulai – dan City tidak akan semudah Como dalam menutup pertahanan.
Performa Arsenal Masih Perlu Penyempurnaan Sebelum Musim Dimulai
Kemenangan penalti atas Como menunjukkan bahwa Arsenal memiliki kualitas untuk menang, tapi pertandingan itu juga mengungkap area yang perlu diperbaiki. Finishing yang tidak konsisten dan ketajaman serangan di babak kedua menjadi catatan penting menjelang Community Shield. Jika The Gunners ingin bersaing dengan Manchester City, mereka harus meningkatkan efisiensi di depan gawang dan menunjukkan dominasi yang lebih jelas sejak awal pertandingan. Pramusim sudah cukup – sekarang saatnya Arsenal membuktikan diri.
Pantau jadwal pertandingan lainnya dan analisis mendalam untuk semua laga musim ini, termasuk prediksi Community Shield dan pertandingan-pertandingan penting lainnya.
Jurgen
Penggemar bola yang lebih dulu ngecek statistik dan rekor pertemuan sebelum berani menebak skor. Menulis analisis dan prediksi laga-laga besar Eropa sampai Piala Dunia di PredictPlay, dengan gaya santai tapi tetap ada dasarnya.
Lihat Profil Analis
Belum ada komentar.